Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Filed under: Uncategorized
Selama 20 tahun terakhir perangkat lunak yang tertanam pada sistem (software embedded system) telah mengalami perkembangan inovasi dan diferensiasi produk baru yang sangat pesat. Hal ini menyebabkan peningkatan kompleksitas software, pemrosesan dengan waktu yang semakin singkat dan permintaan kebutuhan-kebutuhan fungsional yang lain, misalnya keamanan, kehandalan, ketepatan waktu dan biaya yang terjangkau.
Pengembangan embedded software telah dikurangi cakupannya yang hanya murni untuk melakukan funsi-fungsi kontrol seperti algoritma dengan bahasa pemrograman. Dengan embedded software maka kualitas dan kompleksitasnya akan meningkat, namun demikian rekayasa perangkat lunak dirasakan semakin penting. Pengembangan perangkat lunak adalah perubahan dari manual ke pemrograman model-driven development (MDD). Di sini, kami mengidentifikasi karakteristik khusus embedded software, menjelaskan paradigma dari model-driven rekayasa perangkat lunak, dan menjelaskan tantangan dan solusi untuk menjamin kualitas embedded software.
Keragaman embedded system juga mencegah penciptaan pada satu platform. Embedded system bisa ditanamkan pada berbagai contoh, misalnya telepon seluler, sistem kontrol kereta api berbasis PLC (Programmable Logic Control), alat pengukur gula darah. Tentunya bukan dengan satu macam embedded system. Selain itu embedded system jarang digunakan pada satu produk yang berdiri sendiri. Biasanya embedded system bisa ditanamkan pada produk yang mempunyai peralatan mekanis, listrik, elektronik dan perangkat lunak. Pengembangan embedded system selalu berfokus pada produk sehingga harus mempertimbangkan berbagai kendala. Salah satunya, embedded system terdapat pada produk yang dihasilkan dengan biaya terbatas. Selain itu, pengembangan embedded system harus mempertimbangkan keterbatasan sumber daya dan kondisi lingkungan yang ekstrim seperti panas, kelembaban, atau radiasi.
Untuk memenuhi persyaratan tersebut, pengembang sering membuat produk dengan platform perangkat keras yang spesifik. Akibatnya embedded software harus dirancang untuk platform yang heterogen dan sistem operasi yang mempunyai kinerja tinggi untuk mengurangi sumber daya (misalnya memori dan power prosesing). Hasilnya akan disesuaikan dengan platform software khusus yang dibuat melalui aplikasi dan adaptasi dari kerangka platform atau pengembangan khusus untuk satu embedded system. Kebutuhan untuk membuat hardware khusus dan platform software adalah perbedaan antara IT system dan embedded system. Sebagai contoh adalah usaha untuk pengembangan platform Automotive Open System Architecture (www.autosar.org) sebagai standar platform untuk mengembangkan sistem yang terdapat pada mobil.
Diperlukan kontribusi fungsi yang lebih ekstra untuk mengatasi kesulitan ini. Sepertinya jauh lebih dibutuhkan pada embedded system daripada pada IT system. Domain khusus, kebutuhan-kebutuhan fungsional yang lebih seperti keamanan, kehandalan dan waktu harus diintegrasikan untuk proses pengembangan. Keamanan merupakan hal yang penting bagi sistem, sebagai contoh dibutuhkannya sertifikasi untuk proses pengembangan sistem yang standar seperti IEC (International Electrotechnical Comission) 61508.
Selain itu pengembang embedded system membutuhkan pengetahuan domain yang luas. Sebagai contoh pengembangan sistem kontrol stabilitas pada kendaraan adalah mustahil jika anda tidak memahami dinamika fisik sebuah kendaraan. Akibatnya pengembangan embedded software akhirnya dibatasi hanya untuk ahli teknisi mekanik yang menguasai cakupan domain tersebut.
Dengan berkembang pesatnya sistem pada embedded software, namun beberapa perusahaan masih mempunyai masalah pada kualitas software. Dibutuhkan kerjasama diantara domain (perusahaan) dengan ahli pengembangan software untuk saling melengkapi keahlian mereka, hal ini merupakan tantangan yang utama untuk pengembangan embedded software.
Dikutip dari : http://www2.computer.org/portal/web/csdl/abs/html/mags/so/2009/03/mso 2009030019.htm#target2 diakses tgl 13 mei 2009 dengan editing yang tidak mengubah maknanya
Filed under: Uncategorized
Bimbingan Perdana Periode I – 2009 dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 April 2009 Jam 14.00 di R. 307 BSI Cengkareng
Filed under: Uncategorized
OOP merupakan pemrograman yang berorientasi objek, pemrograman yang merupakan kelanjutan dari pemrograman prosedural yang masih banyak digunakan selama ini, misalnya bahasa pemrograman Foxpro, Pascal dan lain-lain.
Tiga konsep utama dalam OOP adalah :
1. Encapsulation (enkapsulasi)
Yaitu kita tidak perlu tahu apa yang ada didalam objek (class) itu, yang perlu kita tahu adalah kegunaan, bagaimana cara memakainya dan apa yang akan terjadi dengan objek tersebut.
Sebagai contoh adalah pada saat kita starter motor yang kita tahu hanya memasukkan kunci, memutarnya ke posisi ON dan menekan tombol Start, kita tidak perlu tahu apa yang terjadi pada saat kita memutar kunci ke posisi ON dan pada saat kita tekan tombol start
2. Inheritence (inheriten)
Filed under: Uncategorized
Filed under: Uncategorized
Open Source Software Center Didirikan di BandungJAKARTA–MEDIA: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (Ristek) berinisiatif mendirikan Indonesia Go Open Source (IGOS) Center, di Bandung, Rabu, guna memperkenalkan pirantri lunak produk dalam negeri, Open Source(OSS). (more…)