<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Agus Junaidi's Blog</title>
	<atom:link href="http://agusjunaidi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agusjunaidi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2009 15:53:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='agusjunaidi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/897e27101d3f148183a24d862daa9d77?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Agus Junaidi's Blog</title>
		<link>http://agusjunaidi.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Tren Pada Embedded Software Engineering</title>
		<link>http://agusjunaidi.wordpress.com/2009/05/13/tren-pada-embedded-software-engineering/</link>
		<comments>http://agusjunaidi.wordpress.com/2009/05/13/tren-pada-embedded-software-engineering/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 15:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusjunaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusjunaidi.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Selama 20  tahun terakhir perangkat lunak yang tertanam pada sistem (software embedded system) telah mengalami perkembangan inovasi dan diferensiasi produk baru  yang sangat pesat. Hal ini menyebabkan peningkatan kompleksitas software, pemrosesan dengan waktu yang semakin singkat dan permintaan kebutuhan-kebutuhan fungsional yang lain, misalnya keamanan, kehandalan, ketepatan waktu dan biaya yang terjangkau.
Pengembangan embedded software telah dikurangi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusjunaidi.wordpress.com&blog=2119455&post=17&subd=agusjunaidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Selama 20  tahun terakhir perangkat lunak yang tertanam pada sistem (<em>software embedded system</em>) telah mengalami perkembangan inovasi dan diferensiasi produk baru  yang sangat pesat. Hal ini menyebabkan peningkatan kompleksitas software, pemrosesan dengan waktu yang semakin singkat dan permintaan kebutuhan-kebutuhan fungsional yang lain, misalnya keamanan, kehandalan, ketepatan waktu dan biaya yang terjangkau.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengembangan embedded software telah dikurangi cakupannya yang hanya murni untuk melakukan funsi-fungsi kontrol seperti algoritma dengan bahasa pemrograman. Dengan <em>embedded software</em> maka kualitas dan kompleksitasnya akan meningkat, namun demikian rekayasa perangkat lunak dirasakan semakin penting. Pengembangan perangkat lunak adalah perubahan dari manual ke pemrograman model-driven development (MDD). Di sini, kami mengidentifikasi karakteristik khusus <em>embedded software</em>, menjelaskan paradigma dari model-driven rekayasa perangkat lunak, dan menjelaskan tantangan dan solusi untuk menjamin kualitas <em>embedded software</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Keragaman <em>embedded system</em> juga mencegah penciptaan pada satu platform. <em>Embedded system</em> bisa ditanamkan pada berbagai contoh, misalnya telepon seluler, sistem kontrol kereta api berbasis PLC (<em>Programmable Logic Control</em>), alat pengukur gula darah. Tentunya bukan dengan satu macam <em>embedded system</em>. Selain itu <em>embedded system </em>jarang digunakan pada satu produk yang berdiri sendiri. Biasanya <em>embedded system</em> bisa ditanamkan pada produk yang mempunyai peralatan mekanis, listrik, elektronik dan perangkat lunak. Pengembangan <em>embedded system </em>selalu berfokus pada produk sehingga harus mempertimbangkan berbagai kendala. Salah satunya, <em>embedded system</em> terdapat pada produk yang dihasilkan dengan biaya terbatas. Selain itu, pengembangan <em>embedded system</em> harus mempertimbangkan keterbatasan sumber daya dan kondisi lingkungan yang ekstrim seperti panas, kelembaban, atau radiasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk memenuhi persyaratan tersebut, pengembang sering membuat produk dengan platform perangkat keras yang spesifik. Akibatnya <em>embedded software</em> harus dirancang untuk platform yang heterogen dan sistem operasi yang mempunyai kinerja tinggi untuk mengurangi sumber daya (misalnya memori dan power prosesing). Hasilnya akan disesuaikan dengan platform software khusus yang dibuat melalui aplikasi dan adaptasi dari kerangka platform atau pengembangan khusus untuk satu <em>embedded system.</em> Kebutuhan untuk membuat hardware khusus dan platform software adalah perbedaan antara <em>IT system</em> dan <em>embedded system</em>. Sebagai contoh adalah usaha untuk pengembangan platform <em>Automotive Open System Architecture (<a href="http://www.autosar.org/">www.autosar.org</a>)</em> sebagai standar platform untuk mengembangkan sistem yang terdapat pada mobil.</p>
<p style="text-align:justify;">Diperlukan kontribusi fungsi yang lebih ekstra untuk mengatasi kesulitan ini. Sepertinya jauh lebih dibutuhkan pada <em>embedded system </em>daripada pada IT system. Domain khusus, kebutuhan-kebutuhan fungsional yang lebih seperti keamanan, kehandalan dan waktu harus diintegrasikan untuk proses pengembangan. Keamanan merupakan hal yang penting bagi sistem, sebagai contoh dibutuhkannya sertifikasi untuk proses pengembangan sistem yang standar seperti IEC (<em>International Electrotechnical Comission</em>) 61508.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu pengembang <em>embedded system</em> membutuhkan pengetahuan domain yang luas. Sebagai contoh pengembangan sistem kontrol stabilitas pada kendaraan adalah mustahil jika anda tidak memahami dinamika fisik sebuah kendaraan. Akibatnya pengembangan <em>embedded software</em> akhirnya dibatasi hanya untuk ahli teknisi mekanik yang menguasai cakupan domain tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan berkembang pesatnya sistem pada <em>embedded software</em>, namun beberapa perusahaan masih mempunyai masalah pada kualitas software. Dibutuhkan kerjasama diantara domain (perusahaan) dengan ahli pengembangan software untuk saling melengkapi keahlian mereka, hal ini merupakan tantangan yang utama untuk pengembangan <em>embedded software</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dikutip dari : <a href="http://www2.computer.org/portal/web/csdl/abs/html/mags/so/2009/03/mso%202009030019.htm#target2">http://www2.computer.org/portal/web/csdl/abs/html/mags/so/2009/03/mso 2009030019.htm#target2</a> diakses tgl 13 mei 2009 dengan editing yang tidak mengubah maknanya</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusjunaidi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusjunaidi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusjunaidi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusjunaidi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusjunaidi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusjunaidi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusjunaidi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusjunaidi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusjunaidi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusjunaidi.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusjunaidi.wordpress.com&blog=2119455&post=17&subd=agusjunaidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusjunaidi.wordpress.com/2009/05/13/tren-pada-embedded-software-engineering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1c5ac348a014ebce5dc6ef3c804ca1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusjunaidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bimbingan Perdana 2009</title>
		<link>http://agusjunaidi.wordpress.com/2009/04/21/bimbingan/</link>
		<comments>http://agusjunaidi.wordpress.com/2009/04/21/bimbingan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 08:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusjunaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusjunaidi.wordpress.com/2009/04/21/bimbingan/</guid>
		<description><![CDATA[Bimbingan Perdana Periode I &#8211; 2009 dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 April 2009 Jam 14.00 di R. 307 BSI Cengkareng                 
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusjunaidi.wordpress.com&blog=2119455&post=14&subd=agusjunaidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bimbingan Perdana Periode I &#8211; 2009 dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 April 2009 Jam 14.00 di R. 307 BSI Cengkareng                 </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusjunaidi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusjunaidi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusjunaidi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusjunaidi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusjunaidi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusjunaidi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusjunaidi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusjunaidi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusjunaidi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusjunaidi.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusjunaidi.wordpress.com&blog=2119455&post=14&subd=agusjunaidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusjunaidi.wordpress.com/2009/04/21/bimbingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1c5ac348a014ebce5dc6ef3c804ca1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusjunaidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programming)</title>
		<link>http://agusjunaidi.wordpress.com/2008/12/03/pemrograman-berorientasi-objek-object-oriented-programming/</link>
		<comments>http://agusjunaidi.wordpress.com/2008/12/03/pemrograman-berorientasi-objek-object-oriented-programming/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 13:31:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusjunaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusjunaidi.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[OOP merupakan pemrograman yang berorientasi objek, pemrograman yang merupakan kelanjutan dari pemrograman prosedural yang masih banyak digunakan selama ini, misalnya bahasa pemrograman Foxpro, Pascal dan lain-lain.
Tiga konsep utama dalam OOP adalah :
1. Encapsulation (enkapsulasi)
Yaitu kita tidak perlu tahu apa yang ada didalam objek (class) itu, yang perlu kita tahu adalah kegunaan, bagaimana cara memakainya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusjunaidi.wordpress.com&blog=2119455&post=10&subd=agusjunaidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>OOP merupakan pemrograman yang berorientasi objek, pemrograman yang merupakan kelanjutan dari pemrograman prosedural yang masih banyak digunakan selama ini, misalnya bahasa pemrograman Foxpro, Pascal dan lain-lain.</p>
<p>Tiga konsep utama dalam OOP adalah :</p>
<p>1. Encapsulation (enkapsulasi)</p>
<p>Yaitu kita tidak perlu tahu apa yang ada didalam objek (class) itu, yang perlu kita tahu adalah kegunaan, bagaimana cara memakainya dan apa yang akan terjadi dengan objek tersebut.</p>
<p>Sebagai contoh adalah pada saat kita starter motor yang kita tahu hanya memasukkan kunci, memutarnya ke posisi ON dan menekan tombol Start, kita tidak perlu tahu apa yang terjadi pada saat kita memutar kunci ke posisi ON dan pada saat kita tekan tombol start</p>
<p>2. Inheritence (inheriten)</p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<p>Yaitu kita tidak perlu membuat dari awal (nol), kita bisa mengembangkan dari class yang sebelumnya sudah ada atau menambahkan sesuai dengan kebutuhan kita</p>
<p>Contoh : Jam tangan yang dulu hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, sekarang ini juga berfungsi sebagai penunjuk tanggal / kalender bahkan ada yang berfungsi sebagai MP3</p>
<p>3. Polimorphism (polimorpisme)</p>
<p>Yaitu objek / class yang kita gunakan dapat berubah sesuai dengan kondisi yang terjadi</p>
<p>Contoh : Sama-sama tombol ON/Power yang ada di remote AC tentunya berbeda fungsinya dengan tombol ON yang ada pada DVD Player.</p>
<p>Bahasa Pemrograman yang sudah mendukung OOP adalah :</p>
<p>1. Java</p>
<p>2. C++</p>
<p>3. VB.Net</p>
<p>4. PHP</p>
<p>5. Delphi</p>
<p>Contoh program dengan Java</p>
<p>class praktek {<br />
public static void main (String args[])<br />
{<br />
int nilai;<br />
nilai=95;<br />
System.out.println(&#8220;================&#8221;);<br />
System.out.println(&#8220;Nama : Agus Junaidi  &#8220;);<br />
System.out.println(&#8220;Nilai : &#8220;+ nilai );<br />
System.out.print(&#8220;Dengan Hasil :&#8221;);<br />
if(nilai&gt;90)<br />
System.out.println(&#8220;Istimewa&#8221;);<br />
else<br />
System.out.println(&#8220;Biasa&#8221;);<br />
System.out.println(&#8220;===============&#8221;);<br />
}<br />
}</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusjunaidi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusjunaidi.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusjunaidi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusjunaidi.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusjunaidi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusjunaidi.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusjunaidi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusjunaidi.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusjunaidi.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusjunaidi.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusjunaidi.wordpress.com&blog=2119455&post=10&subd=agusjunaidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusjunaidi.wordpress.com/2008/12/03/pemrograman-berorientasi-objek-object-oriented-programming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1c5ac348a014ebce5dc6ef3c804ca1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusjunaidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGHITUNGAN SUBNETTING</title>
		<link>http://agusjunaidi.wordpress.com/2008/04/05/subnetting/</link>
		<comments>http://agusjunaidi.wordpress.com/2008/04/05/subnetting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 09:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusjunaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusjunaidi.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[AMu8u3131 26, 2007 at 3:31 am08				(networking)


Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusjunaidi.wordpress.com&blog=2119455&post=7&subd=agusjunaidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="post-49" class="post">AMu8u3131 26, 2007 at 3:31 am08				(<a title="View all posts in networking" rel="category tag" href="http://wordpress.com/tag/networking/">networking</a>)</p>
<div class="postentry">
<div class="snap_preview">
<p>Setelah anda membaca artikel <a href="http://romisatriawahono.net/?p=99" target="_blank">Konsep Subnetting, Siapa Takut?</a> dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: <strong>Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast</strong>.</p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<p align="justify">Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.</p>
<p align="justify">Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:</p>
<table border="0" width="410">
<tbody>
<tr>
<th>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet Mask</strong></td>
<td><strong>Nilai CIDR</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>255.128.0.0</td>
<td>/9</td>
</tr>
<tr>
<td>255.192.0.0</td>
<td>/10</td>
</tr>
<tr>
<td>255.224.0.0</td>
<td>/11</td>
</tr>
<tr>
<td>255.240.0.0</td>
<td>/12</td>
</tr>
<tr>
<td>255.248.0.0</td>
<td>/13</td>
</tr>
<tr>
<td>255.252.0.0</td>
<td>/14</td>
</tr>
<tr>
<td>255.254.0.0</td>
<td>/15</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.0.0</td>
<td>/16</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.128.0</td>
<td>/17</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.192.0</td>
<td>/18</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.224.0</td>
<td>/19</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</th>
<th>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet Mask</strong></td>
<td><strong>Nilai CIDR</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.240.0</td>
<td>/20</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.248.0</td>
<td>/21</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.252.0</td>
<td>/22</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.254.0</td>
<td>/23</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.0</td>
<td>/24</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.128</td>
<td>/25</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.192</td>
<td>/26</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.224</td>
<td>/27</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.240</td>
<td>/28</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.248</td>
<td>/29</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.252</td>
<td>/30</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</th>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify"><strong>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C</strong></p>
<p align="justify">Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS <strong>192.168.1.0/26</strong> ?</p>
<p align="justify"><strong>Analisa</strong>: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).</p>
<p><strong>Penghitungan</strong>: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:</p>
<ol>
<li><strong>Jumlah Subnet</strong> = 2<sup>x</sup>, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2<sup>2</sup> = 4 subnet</li>
<li><strong>Jumlah Host per Subnet</strong> = 2<sup>y</sup> &#8211; 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2<sup>6</sup> &#8211; 2 = 62 host</li>
<li><strong>Blok Subnet</strong> = 256 &#8211; 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah <strong>0, 64, 128, 192</strong>.</li>
<li>Bagaimana dengan alamat <strong>host dan broadcast yang valid</strong>? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.</li>
<table border="1" width="420">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="left"><strong>Subnet</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>0</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>64</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>128</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>192</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<p align="left"><strong>Host Pertama</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>1</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>65</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>129</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>193</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<p align="left"><strong>Host Terakhir</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>62</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>126</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>190</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>254</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<p align="left"><strong>Broadcast</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>63</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>127</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>191</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">192.168.1.<strong>255</strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</ol>
<p align="justify">Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.</p>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet Mask</strong></td>
<td><strong>Nilai CIDR</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.128</td>
<td>/25</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.192</td>
<td>/26</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.224</td>
<td>/27</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.240</td>
<td>/28</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.248</td>
<td>/29</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.252</td>
<td>/30</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B</strong></p>
<p>Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.</p>
<table border="0" width="410">
<tbody>
<tr>
<th>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet Mask</strong></td>
<td><strong>Nilai CIDR</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.128.0</td>
<td>/17</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.192.0</td>
<td>/18</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.224.0</td>
<td>/19</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.240.0</td>
<td>/20</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.248.0</td>
<td>/21</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.252.0</td>
<td>/22</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.254.0</td>
<td>/23</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.0</td>
<td>/24</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</th>
<th>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Subnet Mask</strong></td>
<td><strong>Nilai CIDR</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.128</td>
<td>/25</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.192</td>
<td>/26</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.224</td>
<td>/27</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.240</td>
<td>/28</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.248</td>
<td>/29</td>
</tr>
<tr>
<td>255.255.255.252</td>
<td>/30</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</th>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address <strong>172.16.0.0/18</strong>.</p>
<p><strong>Analisa</strong>: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).</p>
<p><strong>Penghitungan</strong>:</p>
<ol>
<li><strong>Jumlah Subnet</strong> = 2<sup>x</sup>, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 2<sup>2</sup> = 4 subnet</li>
<li><strong>Jumlah Host per Subnet</strong> = 2<sup>y</sup> &#8211; 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 2<sup>14</sup> &#8211; 2 = 16.382 host</li>
<li><strong>Blok Subnet</strong> = 256 &#8211; 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah <strong>0, 64, 128, 192</strong>.</li>
<li><strong>Alamat host dan broadcast yang valid?</strong></li>
<table border="1" width="420">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="left"><strong>Subnet</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">172.16.<strong>0.0</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">172.16.<strong>64.0</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>128.0</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>192.0</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<p align="left"><strong>Host Pertama</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>0.1</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>64.1</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>128.1</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>192.1</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<p align="left"><strong>Host Terakhir</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>63.254</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>127.254</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>191.254</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>255.254</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<p align="left"><strong>Broadcast</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>63.255</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>127.255</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>191.255</strong></p>
</td>
<td>
<p align="left">
<p align="left">172.16.<strong>.255.255</strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</ol>
<p>Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address <strong>172.16.0.0/25</strong>.</p>
<p><strong>Analisa</strong>: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).</p>
<p><strong>Penghitungan</strong>:</p>
<ol>
<li><strong>Jumlah Subnet</strong> = 2<sup>9</sup> = 512 subnet</li>
<li><strong>Jumlah Host per Subnet</strong> = 2<sup>7</sup> &#8211; 2 = 126 host</li>
<li><strong>Blok Subnet</strong> = 256 &#8211; 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (<strong>0, 128</strong>)</li>
<li><strong>Alamat host dan broadcast yang valid</strong>?</li>
</ol>
<table border="1" width="420">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="left"><strong>Subnet</strong></p>
</td>
<td>172.16.<strong>0.0</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.128</strong></td>
<td>172.16.<strong>1.0</strong></td>
<td>…</td>
<td>172.16.<strong>255.128</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Pertama</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.1</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.129</strong></td>
<td>172.16.<strong>1.1</strong></td>
<td>…</td>
<td>172.16.<strong>255.129</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Terakhir</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.126</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.254</strong></td>
<td>172.16.<strong>1.126</strong></td>
<td>…</td>
<td>172.16.<strong>255.254</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Broadcast</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.127</strong></td>
<td>172.16.<strong>0.255</strong></td>
<td>172.16.<strong>1.127</strong></td>
<td>…</td>
<td>172.16.<strong>255.255</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /></p>
<p><strong>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A</strong></p>
<p>Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di <strong>OKTET</strong> mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.</p>
<p>Kita coba latihan untuk network address <strong>10.0.0.0/16</strong>.</p>
<p><strong>Analisa</strong>: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).</p>
<p><strong>Penghitungan</strong>:</p>
<ol>
<li><strong>Jumlah Subnet</strong> = 2<sup>8</sup> = 256 subnet</li>
<li><strong>Jumlah Host per Subnet</strong> = 2<sup>16</sup> &#8211; 2 = 65534 host</li>
<li><strong>Blok Subnet</strong> = 256 &#8211; 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.</li>
<li><strong>Alamat host dan broadcast yang valid</strong>?</li>
</ol>
<table border="1" width="420">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="left"><strong>Subnet</strong></p>
</td>
<td>10.<strong>0.0.0</strong></td>
<td>10.<strong>1.0.0</strong></td>
<td>…</td>
<td>10.<strong>254.0.0</strong></td>
<td>10.<strong>255.0.0</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Pertama</strong></td>
<td>10.<strong>0.0.1</strong></td>
<td>10.<strong>1.0.1</strong></td>
<td>…</td>
<td>10.<strong>254.0.1</strong></td>
<td>10.<strong>255.0.1</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Host Terakhir</strong></td>
<td>10.<strong>0.255.254</strong></td>
<td>10.<strong>1.255.254</strong></td>
<td>…</td>
<td>10.<strong>254.255.254</strong></td>
<td>10.<strong>255.255.254</strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Broadcast</strong></td>
<td>10.<strong>0.255.255</strong></td>
<td>10.<strong>1.255.255</strong></td>
<td>…</td>
<td>10.<strong>254.255.255</strong></td>
<td>10.<strong>255.255.255</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /></p>
<p align="justify"><strong>Catatan</strong>: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2<sup>x</sup> &#8211; 2</p>
<p align="justify">Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan <a href="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2007/02/romi-subnetting-soal.pdf">soal latihan subnetting</a>. Jangan lupa mengikuti artikel tentang <a href="http://romisatriawahono.net/2007/05/07/pola-soal-subnetting-dan-teknik-mengerjakan/" target="_blank">Teknik Mengerjakan Soal Subnetting</a> untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.</p>
<p><strong>REFERENSI</strong></p>
<ol>
<li>Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.</li>
<li>Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.</li>
<li>Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.</li>
<li>Darmawangede.wordpress.com</li>
</ol>
</div>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agusjunaidi.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agusjunaidi.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusjunaidi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusjunaidi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusjunaidi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusjunaidi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusjunaidi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusjunaidi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusjunaidi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusjunaidi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusjunaidi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusjunaidi.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusjunaidi.wordpress.com&blog=2119455&post=7&subd=agusjunaidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusjunaidi.wordpress.com/2008/04/05/subnetting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1c5ac348a014ebce5dc6ef3c804ca1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusjunaidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Open Source Software Center Didirikan di Bandung</title>
		<link>http://agusjunaidi.wordpress.com/2007/11/14/open-source-software-center-didirikan-di-bandung/</link>
		<comments>http://agusjunaidi.wordpress.com/2007/11/14/open-source-software-center-didirikan-di-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 05:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agusjunaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agusjunaidi.wordpress.com/2007/11/14/open-source-software-center-didirikan-di-bandung/</guid>
		<description><![CDATA[Open Source Software Center Didirikan di BandungJAKARTA&#8211;MEDIA: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (Ristek) berinisiatif mendirikan Indonesia Go Open Source (IGOS) Center, di Bandung, Rabu, guna memperkenalkan pirantri lunak produk dalam negeri, Open Source(OSS).
Pendirian IGOS Center juga berkat kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Zamrud Technologi, Penajati, dan Klub Linux Bandung. Serta dukungan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusjunaidi.wordpress.com&blog=2119455&post=3&subd=agusjunaidi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span class="title"><em>Open Source Software Center</em> Didirikan di Bandung</span><span class="highlights"><strong>JAKARTA&#8211;MEDIA:</strong></span> Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (Ristek) berinisiatif mendirikan <em>Indonesia Go Open Source</em> (IGOS) Center, di Bandung, Rabu, guna memperkenalkan pirantri lunak produk dalam negeri, <em>Open Source(OSS)</em>.<span id="more-3"></span></p>
<p>Pendirian IGOS Center juga berkat kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Zamrud Technologi, Penajati, dan Klub Linux Bandung. Serta dukungan dari Be-Mall dan Majalah BISKOM.</p>
<p>Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementerian Negara Ristek, Kemal Prihatna, mengatakan di Jakarta, Rabu bahwa IGOS Center tersebut memiliki visi menjadi penyedia secara <em>one stop service</em> untuk produk dan jasa yang berbasis teknologi OSS.</p>
<p>&#8220;Targetnya sendiri untuk perbaikan daya saing bangsa secara sistemik dengan memanfaatkan pendekatan open inovation (OI),&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan IGOS Center bertekad untuk menjadikan sebagai tempat inkubator bisnis yang meliputi center bisnis, <em>representative office, showroom</em>, tempat koordinasi dan kegiatan komunitas.</p>
<p>Selain itu, IGOS Center menempatkan sebagai layanan dukungan seputar teknologi piranti lunak OSS bagi masyarakat luas, perusahaan swasta dan lembaga pemerintah.</p>
<p>&#8220;Salah misi IGOS Center itu untuk membangun inovasi teknologi OSS yang berkelanjutan yang dapat memperbaiki daya saing nasional,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan komunitas IGOS Center Bandung telah menghasilkan berbagai produk aplikasi yang mampu menjadi solusi persoalan bangsa terkni.</p>
<p>Salah satunya aplikasi <em>e-Demokrasi</em> yang mampu menyelesaikan proses dan tahapan pemilu dan pilkada secara murah, efektif, dan aman, serta adanya produk <em>The Next Generation Counting</em> dan <em>Votting System</em>, yang merupakan <em>e-voting</em> generasi terakhir.</p>
<p>&#8220;Produk tersebut berpeluang diujicobakan pada tempat pemungutan suara (TPS) khusus atau TPS di luar negeri pada Pemilu 2009 dan Pilkada 2008,&#8221; katanya. (Ant/OL-1)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agusjunaidi.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agusjunaidi.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agusjunaidi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agusjunaidi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agusjunaidi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agusjunaidi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agusjunaidi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agusjunaidi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agusjunaidi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agusjunaidi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agusjunaidi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agusjunaidi.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agusjunaidi.wordpress.com&blog=2119455&post=3&subd=agusjunaidi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agusjunaidi.wordpress.com/2007/11/14/open-source-software-center-didirikan-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1c5ac348a014ebce5dc6ef3c804ca1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agusjunaidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>